Antara Logika Dan Perasaan
Kadang-kadang kita di hadapkan dengan yang namanya pilihan. Dalam memilih kita selalu di hadapkan dengan yang satu dengan yang lain. Itulah gunanya mengapa kita harus mempertimbangkan logika dan perasaan.
Logika, kita berpikir menggunakan otak sedangkan perasaan kita berpikir menggunakan hati atau perasaan.
Keduanya harus di seimbangkan dalam menetukan tema yang kita lakukan dalam kehidupan. Terkadang hal yang kita anggap benar asalnya dari logika tetapi tidak sesuai dengan perasaan. Begitupun sebaliknya, hal yang kita anggap benar asalnya dari hati tapi tak sesuai ketentuan logika. Keduanya bertolak belakang namun sangat perlu di seimbang kan.
Buktinya saja, pria yang selalu menggunakan logikanya sedangkan wanita selalu menggunakan perasaannya. Contoh kecilnya, misalnya seorang cowok sangat peduli dengan si cewek padahal mererka tidak ada hubungan apa-apa. Nah, jadinya si cewek terlanjur baper. Pada akhirnya yang terjadi si cowok sudah punya pasangan. Ha! Gimana coba rasanya sakit katanya, salah sendiri sih terlalu kebaperan jadinya.
Alhasil si cowok menjelaskan bahwa dia perhatian BUKAN KARENA SAYANG TAPI HANYA KASIHAN.
Mendengar kalimat si cowok , yang terjadi si cewek kecewa dan jadinya benci.
Si cowok punya logika, bahwa dia harus baik ke semua cewek karena nyokapnya sendiri adalah wanita jadi tidak salah jika si cowok perhatian. Si cewek terlalu menggunakan perasaannya dan terjadilah kasus yang seperti itu. Katanya si cowok nggak peka lah, nggak romantis lah, nggak pengertian lah.
Tapi salahnya juga sih si cowok. Caranya memberi perhatian pada si cewek sangat berlebihan. Di chat ngga jelas, di tanya udah makan apa belum, gimana si cewek ngga baper coba.
Jadi intinya logika dan perasaan itu memang benar adanya bahwa harus di seimbangkan.
Komentar
Posting Komentar